Kamis, 06 Januari 2011

Nikmatnya Bersetubuh Dengan Istri Teman Sendiri

Saya ingin menceritakan pengalaman saya bersetubuh dengan istri teman saya.
Nama saya Bekti, umur 29 tahun, masih single dan bekerja di perusahaan swasta di Jakarta. Saya punya seorang teman dekat di kantor bernama Donny. Kami sangat akrab dan sering sharing dalam segala, umumnya urusan kantor.

Donny sudah beristri, bernama Linda. Istrinya sangat cantik. Kulitnya putih bersih dan bentuk tubuhnya seksi sekali. Umurnya 27 tahun. Mereka belum mempunyai anak. Saya sering main ke rumah mereka dan sering pula ngobrol bersama-sama. Singkatnya kami sudah cukup dekat satu sama lain.

Suatu hari Donny menceritakan obsesinya untuk mengajak saya bermain cinta dengan istrinya. Tentu saja saya kaget dengan keinginannya ini. “Gila lu Don, masa lu mau kasih bini lu main sama gue??” tanya saya.
“Yah nggak apa-apalah, gue pengen banget nih liat bini gue main sama orang lain. Setelah gue pikir-pikir, sama elu aja. Elu kan udah gue percaya. Lagian bini gue juga udah kenal deket sama elu. Mau ya..” Kata Donny.

Aku masih melongo mendengar ucapan Donny. Berdesir juga darahku membayangkan aku akan menyetubuhi istri temanku yang sangat cantik itu.

Setelah berkali-kali Donny memaksaku akhirnya dengan berdebar-debar kusetujui permintaannya itu.

“Terus bagaimana rencana lu Don?” tanyaku. “Tenang aja, itu urusan gue. Nanti gue kasih tahu” Jawab Donny enteng.

Saya diam-diam jadi menanti saat kapan Donny akan mengajak saya melaksanakan ide gilanya itu.
Sampai suatu ketika Donny menelpon saya untuk datang ke rumahnya. Hari itu adalah Sabtu malam minggu. Saya segera datang ke rumahnya, dan Donny meminta saya untuk menunggu isyarat kapan niatnya itu akan dilaksanakan. Saya mengangguk setuju saja. Istrinya sama sekali tidak diberi tahu mengenai rencana ini.

Kami seperti biasa ngobrol bareng dan makan malam bersama. Suasananya cukup hangat. Hanya saja saya merasa sangat grogi setiap bertatapan muka dengan Linda. Aku sudah membayangkan nanti akan bermain cinta dengan dia.

Sampai tiba saat hari sudah mulai malam, Linda masuk ke kamarnya untuk tidur.
Donny memberi isyarat kepada saya untuk bersiap-siap. “Nanti saya kasih kode dan elu masuk ke kamar gue ya.” Kata Donny mantap.

Selanjutnya Donny memasuki kamar dan langsung mencumbu Linda. “Eh, masih ada temen kamu tuh diluar. Jangan sekarang ah!” kata Linda menolak. “Nggak apa-apa sayang .. si Bekti lagi asyik nonton TV. Tau tuh nonton film apa. Aku lagi nafsu, udah nggak tahan nih” Donny terus mencumbu Linda. Tangannya mulai menggerayangi tubuh Linda yang hanya mengenakan daster tipis tanpa BH. Dirangsang terus menerus akhirnya Linda ikut terhanyut juga dan mulai melayani Donny. “Ahh… terruss..” erang Linda.
Lalu Donny berkata “Mata kamu aku tutup pakai ini ya…. biar seksi” kata Donny sambil menutup mata Linda dengan sapu tangan besar. “Terserahh…” desah Linda.
Donny langsung membuka seluruh pakaian yang melekat ditubuh Linda. Dijilatinya kedua putting payudara Linda yang sudah mencuat menantang. “Ah… terruss Donnnh..” desah Linda penuh nafsu. Jilatan Donny turun kebawah sampai ke vagina Linda. “Ahh.. aku nggak tahan Donnh… masukin sekarang..” pinta Linda.

Donny langsung membuka seluruh pakaiannya dan mulai memasukkan penisnya yg sudah sangat tegang ke vagina Linda dan Blezzz.. masuklah seluruh penis Donny.
Keduanya lagsung bersetubuh dengan penuh gairah.

Diam-diam Donny memberi kode kepada saya yang memang sudah sejak tadi mengintip permainan mereka dengan amat sangat terangsang. Saya dapat melihat seluruh tubuh telanjang Linda yang demikian indah. Aku langsung melepaskan seluruh pakaianku dan mendekati mereka. Tentu saja Linda tidak mengetahui kehadiranku karena matanya tertutup sapu tangan.

Lalu Donny mencabut penisnya dari dalam vagina Linda yang sedang tanggung. “Ahh.. Donny, kenapa dicabut.. cepattt masukkan lagihh….” Rengek Linda.
Kemudian aku mulai mendekati tubuh Linda yang sedang terbaring telentang dengan vagina yang begitu bebas terlihat, basah mengkilat, sambil digoyang-goyangkan pinggulnya meminta penis Donny untuk segera dimasukkan kedalamnya.

Penisku memang lebih besar dan panjang dibandingkan dengan Donny. Lalu aku mulai memegang paha kiri Linda dengan tangan kiri, lalu tangan kananku menggesek-gesekan penisku ke selangkangan Linda. “Ohh.. nikmat Donnh.. cepat masukkan..ahh..” erang Linda merangsang sekali.
Dia masih menyangka bahwa Donnylah yg sedang menggaulinya. Sementara itu Donny memandang adegan itu dengan penuh nafsu. Sambil mengocok penisnya sendiri dia menunggu saat istrinya akan disetubuhi olehku.
Perlahan-lahan aku mulai menekan penisku masuk kedalam vagina Linda. Segera saja terasa nikmat yg sukar dilukiskan bagiku merasakan kehangatan vagina istri temanku ini.

Linda-pun dengan penuh semangat menggoyang-goyangkan pinggulnya agar penisku bisa secepatnya amblas kedalam vaginanya. Sambil meremas buah dada Linda yg montok itu secara bergantian aku tekan penisku lebih kencang kedalam vagina Linda. Lalu .. blezz.. masuklah penis besarku seluruhnya sampai mentok kedalam vagina Linda. “Uhh.. enak sekali Donnh.. punya kamu kok jadi gede begini… diapain ahh….” ceracau Linda merasakan perbedaan ukuran penis Donny.
Tanpa menunggu waktu lebih lama lagi aku langsung menggenjot dengan ganas menusuk-nusuk vaginanya. Kulumat bibirnya dengan ganas sambil kuremas-remas kedua buah dadanya yang besar dan montok itu. Linda langsung teriak-terikan dan mendesah keenakann. Dalam hitungan 10 menit Linda sudah tidak dapat menahan kenikmatan itu lebih lama lagi dan .. “Ahh… ennaakk… aku orgasmeee…” jerit Linda histeris.
Aku membiarkan Linda menikmati orgasmenya beberapa waktu. Setelah reda orgasmenya kulanjutkan lagi genjotanku ke vagina yang sangat sempit, legit dan merangsang itu.

Donny menonton adegan tersebut dengan penuh nafsu. Dikocoknya penisnya sendiri hingga mengeras sangat tegak. Lalu Donny dengan nekat mendekati istrinya dan mulai menempelkan penisnya ke mulut Linda. “Isep sayang…” kata Donny.

Linda langsung kaget setengah mati mengetahui bahwa bukan Donny yang sedang menyetubuhinya sejak tadi. Dibukanya sapu tangan yang menutup matanya dan dia melihatku dan Donny sambil melotot. “Ehh! Apa yang kalian lakukan.. lepaskan aku..!” Teriak Linda dengan napas terengah-engah antara kaget, marah dan nasfu sekaligus. “Tenang Linda .. kamu nikmatin saja… aku sudah lama ingin melihat kamu bersetubuh dengan orang lain. Kamu seksi sekali Linda..” bujuk Donny sambil terus menjejalkan penisnya kemulut Linda sambil meremas lembut buah dada Linda.
Aku yang sudah kepalang tanggung kupompa terus penisku keluar-masuk vagina Linda.
Lama kelamaan nyerah juga Linda dikerubuti demikian rupa dan akhirnya pasrah melayani nafsu sex suami dan teman suaminya ini.

Tanpa dapat dikendalikan lagi Linda mulai mengulum penis Donny sambil menggoyangkan pinggulnya dengan penuh semangat.
Ah, nikmat sekali aku saat itu dapat menyetubuhi tubuh Linda yang cantik ini.
Tak berapa lama kemudian kembali Linda mengalami orgasmenya yang kedua “Arrghh…. akuu kluarrr lagiiihhh…nikmatttt…nnggh” erangnya sambil terus mengulum penis Donny.

Akupun sudah hampir mencapai klimaksku. Kupercepat genjotanku di vagina Linda sementara Donny juga sudah mulai menunjukkan tanda-tanda mau klimaks dimulut Linda.
Akhirnya muncrat juga aku di vagina Linda. Crett..crett.. crett.. keluarlah semua spermaku didalam rahim Linda. Ahh nikmat sekali.
Tak berapa lama Donnypun menyemprotkan spermanya didalam mulut mungil Linda. “Ahh… Linda… nikmatt….” Lindapun menelan seluruh sperma Donny yang tumpah ruah dimulutnya.

Sejenak kami semua terdiam. Menikmati permainan dahsyat yg baru saja kami lakukan.
“Maafin aku ya Lin.. tapi aku bener-bener puas dengan permainan bertiga ini.” Kata Donny.
Linda tidak bisa berkata-kata. Dalam hatinya dia juga sangat menikmati persetubuhan gila ini.

Aku lalu mencabut penisku dari liang vagina Linda dan keluar menuju ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhku agar segar kembali. Selanjutnya setelah berpakaian aku ke ruang keluarga untuk duduk-duduk di sofa panjang sambil menonton TV. Tak lama kemudian Donny juga datang menyusulku ke ruang keluarga. Kami tidak membahas permainan barusan karena masih agak canggung bagiku yg baru saja meniduri istrinya.
Jadi kami berdua hanya berdiam saja sambil menonton acara televise.

Selang setengah jam kemudian tiba-tiba Linda datang menyusul kami ke ruang keluarga tanpa sehelai benangpun dan duduk diantara aku dan Donny.
“Apa kalian masih sanggup untuk main sekali lagi…” kata Linda menggoda dengan genitnya.
Aku dan Donny sejenak berpandang-pandangan dan hampir secara serempak kami langsung menyerbu hidangan nikmat dihapadan kami itu. Lenyap sudah segala kecanggungan pada diriku.
Saat itu dengan penuh perasaan dan nafsu kami setubuhi Linda di sofa ruang keluarga itu. Segala posisi kami coba. Tak terhitung lagi berapa kali Linda mengalamai orgasme yang dahsyat. Aku dan Donny sama-sama mencapai dua kali klimaks. Menjelang pagi baru kami menyelesaikan permainan nikmat tersebut.
Puas sekali aku malam itu. Berkali-kali Linda juga menyatakan kepuasannya atas permainanku.

Semenjak itu kamipun sering melakukan hubungan sex bertiga dengan Linda.
Kadang-kadang bahkan tanpa sepengetahuan suaminya Linda menghubungiku untuk menikmati hubungan sex berdua saja denganku. Tanpa suaminya. Ah nikmat sekali Linda

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar